Top Ad unit 728 × 90

Terkini

recents

Falsafah Hidup Minangkabau (bagian I)

Falsafah Hidup Minangkabau
Oleh: Wahyudi Rahman*.

Rasanya tidak berlebihan jika ada yang berkata bahwa adat kita,adat Minangkabau merupakan perpaduan sukses antara falasafah adat dan agama islam. Tentu itu semua tidak lepas dari usaha para pendahulu kita yang berusaha sedemikian rupa mengimplementasikan nilai agama dalam praktik adat yang ada ditengah masyarakat. Hingga kita dapati misalnya asas yang sangat dijaga “Adaik Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”

Ketika kita telusuri lebih jauh, adat minang sangat memperhatikan aspek akhlak serta ilmu pengetahuan untuk masyarakatnya dan ini sangat selaras dengan ajaran ajaran agama. Adanya aturan dalam bertutur kata dalam adat minang yang kita kenal dengan “Kato nan Ampek: mandaki manurun, mandata jo malereng”  sangat selaras sekali dengan perintah agama yang menyerukan manusia untuk berkata yang baik lagi sopan sebagaimana kita temukan dalam surat Albaqarah ayat 83 “.. dan berkatalah kepada manusia dengan baik…” juga kita dapati dalam hadits Rasulullah saw “barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam” tentu yang dimaksud Rasulullah dengan "perkataan yang baik" mencakup "baik" dari segi isi serta "baik" dari segi penyampaiannya.

Dalam masalah keilmuan kita dapati “Alam takambang jadi guru” disini kita bisa memahami bagaimana adat minang mendorong masyarakatnya untuk berfikir mentadabburi alam, belajar dari alam dan mengambil hikmah yang terjadi. Bukankah ini sejalan dengan seruan agama yang selalu menyuruh pemeluknya untuk selalu berfikir dan mentadabburi apa yang ada dialam semesta bahkan dalam diri sendiri

Teori Falsafah Minang ini bukanlah teori khayalan belaka namun teori ilmiah yang akan membantah pendapat kebanyakan filosof Eropa bahwa orang timur tidak mampu untuk berfikir (berfilsafat) sebagaimana yang diungkapkan Comte de Gobineau bahwa bangsa timur yang menurutnya bukan ras unggulan, tidak memiliki kemampuan ilmiah serta berfilasafat dan juga banyak kekurangan ketimbang bangsa Eropa yang merupakan bangsa unggulan. Dengan adanya falsafah ini tentu menjadi dalil penguat untuk membantah konsep yang ditawarkan oleh tokoh Perancis ini.

Disisi lain, ada poin penting yang harus kita sadari, apakah keberadaan Falsafah Minang ini masih ada dan dijalankan oleh masyarakatnya, atau hanya tinggal teori. Setidaknya jangan sampai Falsafah Minang yang bagus ini akan hilang ditelan zaman hanya karena masyarakatnya sudah tidak peduli lagi sebagaimana nasib sebagian besar Falsafat Yunani Kuno yang hanya bisa kita dapati diatas lembaran kertas saja saat ini.

Bersambung bagian II...

___________________
*Mahasiswa Tingkat III Fakultas Ushuluddhin, Jurusan Aqidah Falsafat  Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir.
Falsafah Hidup Minangkabau (bagian I) Reviewed by Dangau Modern on 1:00 AM Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by Menara Azhar © 2014 - 2015
Design by Dangau Modern | Rouwaq Azhar : MenaraAzhar.Com

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.