Top Ad unit 728 × 90

Terkini

recents

Kebersihan Jiwa dan Kualitas Hidup

Kebersihan Jiwa dan Kualitas Hidup
Oleh: Wahyudi Rahman*.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama saat ini, kita tengah berada dalam perkembangan zaman yang sangat maju, kita berada dalam sebuah peradaban yang dikenal sebagai peradaban modern, penemuan teknololgi alat- alat canggih membuat bumi yang begitu besar seolah bisa dilipat begitu saja, jarak yang terbentang seakan mampu kita gunting dengannya, apa yang terjadi di Barat sana tak menunggu lama, sudah bisa langsung diketahui oleh orang yang berada di Timur, apa yang sedang dibicarakan oleh orang yang di Utara tak menunggu menit orang yang di Selatan mampu menyahutinya.

Perkembangan seperti ini seolah menunjukkan adanya kemajuan kualitas hidup manusia itu sendiri, mengapa tidak?? Berbagai kemudahan telah dibuat, otomatis secara lazimnya manusia akan mengalami kemajuan dari segi kehidupan dan segala aspek yang menyangkut dengannya. Namun faktanya, kemajuan teknologi berbanding terbalik dengan kualitas hidup manusia itu. Disatu segi teknologi memang tambah maju, tapi di segi lain kualitas hidup manusia kian hari kian menurun, kualitas hidup terus tambah merosot baik dari segi ekonomi sosial dan lainnya.

Kita lihat, kemaksiatan tambah merajalela, mulai dari penodongan, pencopetan, perkosaan, mabuk mabukan, korupsi dan segala macamnya makin hari makin banyak. Tercatat lebih dari 340 ribu kasus kriminalitas terjadi hampir tiap tahun. Bukankah itu menunjukkan turunnya kualitas hidup masyarakat kita, belum lagi sikap acuh tak acuh, individualisme merasuk jiwa kebanyakan manusia bahkan tak jarang kita juga dirasukinya, seolah olah kita tak peduli dengan keadaan sekitar kita. Bukankah ini juga membuktikan bahwa kualitas hidup kita bukan tambah naik malah menurun.
  
Timbul satu pertanyaan, mengapa bisa begini…? Kenapa tidak adanya peningkatan dalam kualitas hidup kita, sedang teknologi sudah kian maju. Kualitas ekonomi kita  lemah, kualitas sosial kita lemah, kualitas hidup kita tak berbanding lurus dengan kemajuan tekhnologi yang kita terima.

Para pakar sosial dan ilmu jiwa sepakat berpendapat, bahwa takaran kualitas hidup seseorang itu tergantung pada moralitasnya sendiri, sedang moralitas itu tergantung pada jiwanya. Ada kaitan erat antara tiga hal ini, antara kualitas hidup, moralitas dan kodisi kejiwaan. Kuncinya adalah pada jiwa atau hati seseorang itu, jika jiwanya bersih maka moralitasnya juga bersih dan bagus, jika moralitasnya bagus maka kualitas hidupnya pun akan bagus. Tapi jika jiwanya kacau tidak bersih, maka moralnyapun akan  rusak dan jika moralnya rusak, hancur tak beres, maka hidupnya pun akan rusak tak beres bahkan turut hancur.

Maka demi menjawab pertanyaan yang timbul tadi, mengapa sampai kualitas hidup kian hari kian menurun. Jawabannya adalah karena kurang bersihnya jiwa kita dan mulai rusaknya moral hidup kita, hingga kualitas hidup kita pun menurun. Oleh sebab itu akan percuma saja jika kemajuan yang kita peroleh tak kita iringi dengan jiwa yang bersih dan  moral yang bagus, sebab bagus atau buruknya kualitas hidup yang kita jalani  tergantung pada diri kita juga.

Allah Swt. berfirman dalam Surah Ar rum ayat 41:

ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia itu, allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka agar mereka kembali”.

Oleh karnanya jika kita ingin meningkatkan kualitas hidup kita saat ini, mari kita bersihkan jiwa kita dahulu, mari kita bersihkan hati kita, hingga moralitas kitapun menjadi bagus karnanya, hingga akhlak kita pun menjadi elok olehnya. Sebab sebagaimana yang kita ketahui bersama apa yang kita kerjakan secara zhahir lazimnya merupakan pancaran dari dalam jiwa kita, ada sebuah pepatah masyhur dari arab yang artinya: Apa yang ada pada dirimu sekarang ini merupakan apa- apa yang datang dari dalam dirimu.

Dan juga Rasullullah shallallahu ‘alaihi wassallam pernah bersabda sebagiamana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:

ألا إن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله وإذا فسدت فسد الجسد كله ألا وهي القلب

Artinya: “Ketahuliah bahwa dalam jasad itu ada segumpal daging, apabila ia bagus maka baguslah jasad seluruhnya, tapi apabila ia rusak maka rusaklah jasad seluruhnya, ketahuilah ia itu adalah qalbu”

Di dalam hadits ini Rasulullah menerangkan kepada kita bahwa, jasad kita ini dan perilaku kita tergantung pada hati kita, tergantung pada jiwa kita. Jika jiwa kita bersih maka insyaallah seluruh jasad kita baik keadaannya maupun prilakunya turut menjadi bersih dan bagus. Namun jika rusak atau kumuh hati kita, maka jasad kita ini, prilaku kita inipun akan serta merta menjadi jelek. Jika sudah demikian maka jangan pernah berharap kualitas hidup yang kita jalani akan menjadi baik


Nah, sekarang timbul lagi pertanyaan jika memang cara untuk mengatasi problema kualitas hidup itu dengan memperbaiki moralitas, yang mana itu terlebih dahulu dengan membersihkan jiwa, lalu bagaimana caranya kita membersihkan jiwa itu.?

Didalam ilmu tasawuf, para sufi berpendapat bahwa ada tiga hal yang harus timbul ketika kita membersihkan jiwa atau hati kita. Dua hal pertama harus kita lakukan, yang mana dua hal itu akan membuahkan satu hasil. Dua hal itu dikenal dengan istilah takhally dan tahally. Serta satu hal yang dihasilkan setelah dua hal tadi terlaksana disebut dengan tajally

Langkah yang pertama adalah takhally, apa yang dimaksud dengan takhally? Maksudnya adalah mengosongkan jiwa kita ini dari sifat- sifat yang tercela. Kita hilangkan  sifat iri dengki dan segala macamnya hingga jiwa kita ini kosong dari yang hal yang tercela. Lalu setelah itu ada tahally, yang mana maksudnya adalah mengisi. Setelah jiwa kita kita kosongkan dari sifat tercela maka kita isi dengan hal-hal yang terpuji, kita kosongkan jiwa kita dari sifat kikir, kita isi dengan sifat pemurah dermawan, kita kosongkan jiwa kita dari sifat sombong, maka kita isi dengan sifat rendah hati, sabar dan lain lainnya.

Setelah dua hal tadi kita laksanakan maka akan kita dapati yang namanya tajally. Maksudnya adalah kita bisa melihat kebesaran Allah, kebenaran yang terjadi dan keindahan yang tercipta. Mari kita perhatikan jika jiwa sudah bersih, tak ada sifat iri dengki, tentu tak akan terjadi saling menyalahkan, menuding, pertengkaran dan segala macamnya. Jika jiwa kita sudah bersih, tak ada sifat malas- malasan maka tentu tak ada yang menjadi pengangguran, akan banyak ide ide kreatif muncul dalam berusaha, jika jiwa kita sudah bersih, tak ada sifat khianat sifat dusta, yang ada sifat amanah dan jujur tentu tak korupsi bisa kita berantas. Berbagai kasus kriminaltaspun bisa kita atasi, karena jika jiwa bersih, maka moralitas kita pun menjadi bersih dan jika moralitas kita sudah begitu, maka insyaallah kualitas hidup kita pun bisa semakin membaik dan bisa berbanding lurus dengan kemajuan tekhnologi yang terjadi.

Mari kita ambil pelajaran dari apa yang terjadi di Andalusia ketika islam yang sedang jaya-jayanya tumbang disitu setelah hampir tujuh abad lebih tumbuh dinegri eropa sana. Apa yang terjadi..? apakah karena kaum muslimin waktu itu kalah perang..? Tidak. Lalu karena apa..??? Tak lain dan tak bukan karena musuh islam waktu itu menebar kerusakan jiwa serta moral di antara kaum muslimin, meneber virus kebencian, saling tuding, menimbulkan rasa saling iri hati dan dengki, hingga berujung pada rusaknya moralitas sebagian besar kaum muslimin yang ada disana, Dikarenakan sudah tumbuh rasa saling benci, maka kaum muslimin pun bercerai berai. Karena sudah tumbuh iri dengki, banyak yang saling memperebutkan tahta, haus kekuasaan, jiwa tambah kumuh, akhlak pun bobrok hingga akhirnya kaum muslimin tumbang tanpa bisa melawan, bahkan habis disiksa oleh musuh musuh islam waktu itu.

Jika kita tak ingin sejarah kelam itu terulang kembali pada diri kita, maka mari kita bersama sama membersihkan jiwa kita, selalu mencoba dan berusaha membersihkannya. Menghilangkan sifat- sifat yang jelek itu dan menggantinya dengan sifat yang baik lagi bagus, hingga akhlak kita dan moral kita pun bagus dan insyaallah kualitas hidup kita, baik itu dalam bidang ekonomi sosial dan sebagainya meningkat dan membaik, insyaallah.

Oleh karena itu Allah Swt. memuji orang orang yang selalu membersihkan jiwanya. Sebagimana Allah berfirman dalam surah Al-A’la ayat 14 dan 15: 

قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ (14) وَذَكَرَ ٱسْمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ(15)

Artinya: “Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (jiwanya) dan mengingat nama tuhannya lalu ia shalat (beribadah)”

Dan Allah juga berfirman dalam surah As Syams ayat 9 dan 10:

قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّىٰهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا(10)

Artinya: “Sungguh beruntung orang yang menyucikan (jiwanya) dan sungguh merugi orang yang mengotorinya”

Wallahu a’alam bis-shawwab,
Wassalam.

 ___________________
*Mahasiswa Tingkat III Fakultas Ushuluddhin, Jurusan Aqidah Falsafat  Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir.
Kebersihan Jiwa dan Kualitas Hidup Reviewed by Dangau Modern on 2:00 AM Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by Menara Azhar © 2014 - 2015
Design by Dangau Modern | Rouwaq Azhar : MenaraAzhar.Com

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.